Blog Post
10
Praktik Penataan Meja Makan (Table Setting): Menerapkan Standar Pelayanan Fine Dining
- oleh Admin
- Kategori: Jurusan Perhotelan
Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta didik di bidang perhotelan, siswa melaksanakan kegiatan praktik Food and Beverage Service dengan materi penataan meja makan (table setting). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam menerapkan tata cara penataan meja makan formal atau fine dining table set-up sesuai dengan standar pelayanan di industri perhotelan.
Melalui praktik ini, siswa dilatih untuk memahami fungsi setiap peralatan makan, ketepatan posisi cutlery, kerapian penataan, serta pentingnya kebersihan dan estetika dalam memberikan pelayanan kepada tamu.
Persiapan Meja dan Centerpiece
Tahap pertama dalam praktik adalah mempersiapkan meja makan. Siswa memastikan tablecloth atau taplak meja terpasang dengan bersih, rapi, dan simetris. Taplak harus memiliki posisi yang seimbang pada setiap sisi meja sehingga memberikan kesan profesional.
Pada bagian tengah meja kemudian ditempatkan centerpiece berupa pot bunga hias. Selain berfungsi sebagai dekorasi, bagian tengah meja juga dilengkapi dengan salt and pepper shaker atau wadah garam dan merica sebagai pelengkap pelayanan meja makan.
Penataan centerpiece dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan dan tidak mengganggu ruang gerak maupun pandangan tamu ketika sedang menikmati hidangan.
Penempatan Dinner Plate dan Napkin
Setelah meja siap, tahap berikutnya adalah meletakkan dinner plate atau piring utama. Piring ditempatkan tepat di tengah area duduk tamu dengan jarak kurang lebih 2 cm dari tepi meja.
Di atas piring utama diletakkan napkin atau serbet makan yang telah dilipat dengan bentuk rose fold atau lipatan menyerupai bunga mawar. Lipatan tersebut memberikan sentuhan dekoratif sekaligus menambah kesan elegan pada penataan meja.
Pada tahap ini, siswa dituntut untuk memperhatikan posisi piring dan serbet agar tetap simetris serta memiliki jarak yang seragam dengan perlengkapan lainnya.
Penataan Cutlery atau Alat Makan
Tahap selanjutnya adalah penataan cutlery atau peralatan makan. Salah satu prinsip dasar dalam penataan fine dining adalah peralatan makan digunakan dari arah luar ke dalam, mengikuti urutan hidangan yang akan disajikan.
Di sebelah kiri piring, siswa menempatkan dinner fork atau garpu makan utama di posisi yang paling dekat dengan piring. Selanjutnya ditempatkan garpu untuk hidangan pendamping atau ikan, kemudian appetizer fork sebagai garpu hidangan pembuka pada posisi paling luar.
Sementara itu, di sebelah kanan piring dilakukan penataan pisau dan sendok. Dinner knife ditempatkan paling dekat dengan piring dengan mata pisau menghadap ke arah piring. Selanjutnya dapat ditempatkan pisau untuk hidangan ikan atau salad, kemudian appetizer knife.
Soup spoon atau sendok sup ditempatkan sesuai dengan urutan penggunaannya. Peralatan tambahan dapat disesuaikan dengan jenis hidangan yang akan disajikan.
Penataan cutlery harus dilakukan secara presisi, sejajar, dan memiliki jarak yang konsisten agar memberikan tampilan meja yang rapi dan profesional.
Penataan Piring Roti dan Glassware
Setelah cutlery tertata, siswa melanjutkan dengan menempatkan bread and butter plate atau piring roti dan mentega di sebelah kiri atas piring utama. Di atas atau di samping piring tersebut ditempatkan butter spreader atau pisau mentega sesuai dengan standar penataan yang digunakan.
Pada bagian kanan atas piring utama, siswa menata glassware atau peralatan gelas. Gelas dapat terdiri atas water goblet, red wine glass, dan white wine glass sesuai dengan kebutuhan menu yang disajikan.
Penempatan gelas dilakukan secara sejajar atau membentuk sudut yang teratur dengan memperhatikan jarak antargelas. Setiap gelas harus dipastikan bersih, tidak terdapat noda atau bekas sidik jari, serta ditempatkan secara konsisten.
Final Check dan Evaluasi
Tahap terakhir adalah final check atau pemeriksaan akhir. Siswa memeriksa kembali seluruh komponen table setting, mulai dari kebersihan tablecloth, posisi piring, lipatan napkin, penataan cutlery, piring roti, hingga glassware.
Setiap peralatan harus dalam kondisi bersih, simetris, sejajar, dan memiliki jarak yang rapi dari tepi meja. Siswa juga memastikan centerpiece berada pada posisi yang tepat dan tidak mengganggu kenyamanan tamu.
Membangun Keterampilan Profesional Siswa
Praktik Table Setting tidak hanya mengajarkan siswa mengenai cara menata meja makan, tetapi juga membentuk berbagai sikap profesional yang dibutuhkan dalam dunia industri perhotelan. Ketelitian, kebersihan, kerapian, disiplin, koordinasi, serta kemampuan mengikuti standar operasional merupakan bagian penting yang harus dikuasai oleh calon tenaga profesional bidang Food and Beverage Service.
Melalui kegiatan praktik ini, siswa diharapkan mampu memahami bahwa pelayanan kepada tamu tidak hanya berkaitan dengan penyajian makanan, tetapi juga bagaimana menciptakan suasana makan yang nyaman, elegan, bersih, dan profesional.
Dengan latihan yang dilakukan secara konsisten, peserta didik diharapkan semakin siap menghadapi tuntutan dunia kerja serta mampu menerapkan keterampilan table setting sesuai dengan standar pelayanan industri perhotelan.
Indonesia
English



Komentar
Belum Ada Komentar